Kereta
Hari Ini
Pagi
ini, aku sedikit terkejut saat melihat jam di ponselku. Alarm bangunku sudah 2
kali terlewat dan aku langsung mandi tanpa membaca ada pesan apa saja yang
masuk di ponselku.
Hari
ini aku berangkat sedikit kesiangan, karena selain bangun kesiangan, saat tiba
di stasiun bogor, kereta yang biasa ku naiki sudah berangkat dan mau tidak mau
harus menunggu kereta yang berikutnya tiba.
Saat
kereta tiba, aku langsung naik bersamaan dengan penumpang lainnya. Awalnya
kupikir, mungkin aku masih bisa dapat tempat duduk, karena sudah siang, tapi
kenyataannya tidak begitu. Saat masuk dan melihat ke sekeliling, semua kursi
sudah terisi. Dan aku lanjut jalan ke gerbong selanjutnya untuk mencari kursi
yang bisa kududuki. Aku berjalan terus sampai ke gerbong 2 dari depan, dan
akhirnya aku berdiri di samping pintu dan bersandar pada tiang ujung tempat
duduk.
Kereta
masih diam dan belum ada pengumuman lagi jika kereta yang kunaiki akan segera
berangkat. Aku baru teringat pada ponselku yang belum kubaca saat pagi tadi,
tapi tidak ada pesan apapun yang masuk, sungguh tidak seperti biasanya.
Biasanya dia mengirimkan pesan pada ku pagi pagi yang kadang berisi ucapan
semangat dan berisi ayat alkitab untuk mengingatkanku baca alkitab dan berdoa
di pagi hari.
Tak
lama kemudian, pengumuman pun terdengar dan pintu kereta pun mulai tertutup.
Aku menyender dan mulai memasang headset ke telinga. Awalnya mau memutar lagu
di playlist ponsel, tapi akhinya aku mendengarkan radio dan ada beberapa
percakapan yang menurutku lucu dan hampir saja membuatku tertawa sendiri.
Saat
Aku menyender, kadang terasa seperti ada seseorang yang sedang memperhatikan,
sampai ada seseorang yang tiba tiba menghampiri dan langsung berdiri di
hadapanku. Aku sedikit terkejut, dan wanita itu juga terlihat seperti sedikit
terkejut saat melihat ku. Wanita dengan atasan putih, celana panjang hitam
dengan rambut terikat yang mengingatkan aku pada seseorang yang ku kenal,
seseorang yang kujumpai secara tiba tiba hari itu. Dan benar saja, ternyata
wanita itu adalah dia.
Sesudah
kami saling menyadari, kami sama sama menurunkan masker kami dan dia tersenyum
lalu berkata : “ Kaya kenal, tapi mirip siapa ya, “
“ Oh
ya ? hmmm… “ Jawabku
“ Boleh
kenalan ? “ tanya dia sambil tersenyum
“
Hmmmm… Kok berasa kaya lagi mimpi ya… “ jawabku
“ Jadi
boleh kenalan ? “ tanya dia lagi sambil tersenyum
“
Boleh, jangankan kenalan, nganterin kemana juga boleh “ jawabku lagi
“
Yakin mau nganterin lagi ? “ tanya dia
“
Hmmm… Iya.... Emang ga mau dianterin nih ? “ Jawabku sambil tersenyum
Dan
kami tersenyum dan tertawa lalu kami bertukar posisi berdiri. Saat itu aku
merasa seperti tidak ada orang disekitarku dan sepertinya kami mengabaikan apa
yang ada di sekitar kami. Sesudah itu, sesudah kami bertukar tempat, tidak ada
penumpang yang naik lagi di gerbong kami. Dan kondisi kereta hari itu benar
benar tidak sepenuh hari biasanya, meskipun awalnya kupikir akan penuh, tapi
ternyata tidak.
Rabu
Kelabu
Tidak
terasa, sudah hampir 3 minggu kami saling kenal dan saling mengisi hari hari
dengan pesan text, pesan suara dan bahkan sampai video call. Tapi jika ditanya
tentang hubungan kami apa ?, aku sendiri tidak tahu, dan bukannya aku tidak mau
mempertegas hubungan kami, tapi entah mengapa, aku merasa saat aku mulai
memberikan perhatian lebih, dan bahkan mungkin sedikit menuju arah posesif. Dia
mulai menghilang dan mulai seolah menghindar dariku. Dan saat aku mulai sibuk
dengan pekerjaan dan keseharian ku, dia mulai mencari kabar tentang aku, mulai
menanyakan berbagai hal dan kegiatanku hari itu, bahkan pernah sampai kami lupa
untuk mencharge ponsel kami, sampai aku sempat kesiangan karena alarm ponselku
tidak terdengar.
Minggu
ini diawali dengan kejadian di hari senin kemarin. Aku mengawali hariku di
kereta bersamanya, sungguh suatu pertemuan di pagi hari yang mengejutkan dan
bisa dibilang membahagiakan. Lalu hari selasa kami saling tidak menghubungi
satu sama lain, kami sama sama sibuk dengan kesibukan kami masing masing. Dan
mungkin karena kesibukkan kami, sehingga dia tidak sempat membalas pesanku hari
itu.
Dan
pagi ini dia mengirimkan pesan seperti biasanya, tapi kali ini dia menambah isi
pesannya dengan penjelasan jika kemarin dia sedang sangat sibuk, dan saat malam
dia mau membalas pesanku, ternyata batrai ponselnya sudah habis. Selain itu
hari ini juga dia meminta aku untuk menjemputnya jika sudah selesai kerja.
Awalnya
aku sempat bingung harus menjemputnya dimana, karena saat dia sedang sibuk
mengurusi sesuatu di Jakarta, aku tidak pernah tahu dia dimana. Dan akhirnya
kami janjian untuk bertemu di salah satu pusat perbelanjaan di daerah tebet.
Hari
ini aku merasa semuanya lancer dan baik baik saja. Tapi hari ini aku tidak jadi
pulang cepat, karena atasanku tiba tiba saja mengadakan meeting dadakan. Aku
sempat menolak dan mencari alasan untuk tidak ikut meeting, tapi tidak bisa.
Dan saat aku mencoba menghubunginya, ponselnya tiba bisa dihubungi dan semua
pesan ku yang kukirim ke dia tidak ada yang dibaca olehnya.
Kira
kira jam 19.00 aku keluar dari kantor dan cuaca sore itu tiba tiba saja berubah
menjadi tidak bersahabat. Aku mencoba menghubunginya lagi sesudah aku selesai
meeting, dan akhirnya dia mengangkat telponku. Aku tanya dia sudah dimana dan
bagaimana kondisi ditempatnya, aku menjelaskan penyebab aku terlambat ke tempat
janjian kami, tapi dia hanya diam dan hanya meminta aku untuk cepat datang ke
tempat itu.
Jam
20.15 aku tiba dan kondisi parkiran penuh, aku memutari parkiran dari B1 sampai
B2, tapi aku masih tidak mendapat tempat. Sampai aku kembali lagi ke B2,
akhirnya aku dapat tempat parkir. Keluar dari tempat parkir, aku langsung
menghubunginya dan kutanya dia ada dimana, tapi ponselnya tidak aktif. Saat
kubaca lagi pesannya yang terakhir, dia info jika dia menunggu di food court.
Aku
langsung menuju ke tempatnya secepat ku bisa. Dan benar saja, dia terlihat
kesal dan ada sobekan tiket film diatas meja. Aku terdiam melihat tiket itu dan
teringat saat hari minggu kemarin. Minggu kemarin, kami sempat membuat janji
akan nonton sebuah film yang sama sama kami tunggu. Aku meminta maaf dan
menjelaskan semuanya, tapi dia hanya diam, lalu meminta untuk diantar pulang.
Sepanjang perjalanan kami pulang ke Bogor, dia hanya diam dan saat tiba di
kosannya dia hanya bilang jika dia sudah lelah.
Janji
di Hari Sabtu
Sesudah
kejadian di hari rabu kemarin, akhirnya kami sempat hilang kontak selama satu
hari dan pagi ini dia menghubungiku dan meminta maaf jika pesanku kemarin
tidak ada yang dia balas. Dia menceritakan jika dia kesal padaku dan dia juga
sedang sangat sibuk, sampai sampai dia tidak bisa memeriksa ponselnya.
Aku
hanya membaca pesannya dan membalasnya dengan emoticon senyum. Dia lalu
menanyakan kabarku dan apakah aku kesal atas sikapnya yang seperti itu. Aku
hanya membaca dan menjelaskan jika aku jika aku sedang sibuk dan akan menghubunginya
saat jam makan siang.
Akhirnya
aku menghubunginya siang itu,
“ Hei…
Lama banget ngangkat telponnya, sudah makan atau lagi makan ? “ tanyaku
“
Halo, iya, ini lagi makan, kenapa ? “ tanya dia
“ Soal
kemarin, aku minta maaf, soalnya ada meeting dadakan, terus aku mau ijin,
ehhh.. ga di Acc “ jawabku
“ Iya,
aku ngerti, kamukan udah jelasin di wasap kamu kemarin, btw, udah makan ? “
tanya dia
“
Siapa ? Aku ? “ tanya ku lagi
“
Jojo… sudah makan ? “ tanya dia dengan nada terdengar seperti aga kesal
“
Hmmm… iya, aku baru mau makan “ Jawabku
“
Yaudah makan dulu sana, nanti telpon lagi kalo udah makan “ jawab dia
“ Iya…
Btw, kamu sabtu besok sibuk ga seharian full ? “ tanya ku
“
Sabtu besok ? hmmm…. Kenapa gitu ? aku belum ada jadwal apa apa sih “ jawab dia
“ Ok..
Sabtu besok jam 3 sore di coffe shop biasa ya.. “ Jawabku
“ Ok…
Sekarang tutup telponnya, terus kamu makan sana “ jawab dia, lalu dia menutup
telponnya.
Nonton
di Hari Sabtu
Pagi
ini tidak ada pesan yang masuk di ponselku, sempat bingung, tapi akhirnya aku
yang menghubunginya. Kira kira 30 menit kemudian, dia baru membalas pesanku dan
menanyakan rencana hari ini. Aku diam sejenak dan langsung memeriksa jadwal
film untuk nanti. Tak lama kemudian, ada pesan masuk lagi darinya. Aku baca dan
sempat tertawa sendiri.
Kira
kira jam 1 siang aku langsung berangkat ke salah satu bioskop yang berada di
mall yang sama dengan coffe shop langganan kami. Saat aku masuk ke dalam
bioskop, ternyata film yang mau kami tonton baru ada jam 6 sore dan masih
banyak kursi yang kosong. Sungguh tidak seperti hari hari sebelumnya.
Sesudah
membeli tiket, aku langsung pergi ke coffe shop, untuk menunggunya. Tapi, saat
aku tiba di coffe shop. Aku sedikit terkejut, karena dia sudah disana dengan
laptopnya dan sepertinya sudah lama. Aku lihat ada bekas gelas dan piring kue
di mejanya. Aku menghampirinya dengan 2 tiket film yang sudah ku simpan dalam
dompet.
“
Sudah lama ?? “ tanyaku
“
Lumayan… Jo... kayanya, lama lama aku bisa kaya kamu kalo disini.. “
Jawabnya sambil tersenyum ke arahku
“ Wah…
Kok Gitu ? “ tanyaku lagi
“ Iya… Soalnya aku dari pagi sudah disini, terus si mba mba nya juga udah hafal
dan tahu pesananku, udah gitu, posisi duduk aku sama kaya kamu “ Jawabnya
“
Hmmm… Bisa jadi, terus ini kira kira sudah beres belum ? “ tanyaku lagi
“
Kenapa gitu ? tumben kamu nanya gitu ? “ tanya dia
“
Wah.. Perasaan tadi pagi ada yang nanyain rencana hari ini deh.. Ga lupa kan ?“
tanyaku dan dia hanya tersenyum lalu mematikan laptopnya
“ Iya…
aku inget kok, btw, emang udah jamnya ya, emang nonton yang jam berapa ? “
tanya dia
“ Lah,
kenapa dimatiin laptopnya ? aku kan belum bilang jamnya.. “ tanyaku
“ Jadi
masih lama nih ? Kalo gitu aku mau beresin lagi kerjaan aku, kamu duduk aja di
situ, pesen kopi favorit kamu, terus jangan ganggu aku dulu ya.. “ jawab dia
“
Lah.. kok Gitu… “ Jawabku dan dia tersenyum sambil menyalakan kembali laptopnya
“ Jadi
ceritanya sibuk nih ? apa Cuma mau iseng doang ? “ tanyaku
“
Jadi.. Gimana ya ? mau iseng sekali kali ga apa kan ? soalnya aku ga tau kapan
lagi bisa isengin kamu “ Jawabnya sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu
masuk dalam mall
“
Terus.. Sekarang kamu mau kemana ? “ Tanyaku
“
Toilet… WC… udah ya, aku nitip laptop, jangan ilang loh, itu penting “ jawabnya
Sudah
hampir 3 jam kami di coffe shop, dia sibuk dengan laptop dan kerjaannya, aku
sibuk dengan ponselku. Benar benar terasa lucu, kami berada di tempat yang
sama, tapi pikiran kami tidak bersama, berbeda dengan hari hari biasanya jika
kami sedang bersama di situ.
Jam di
ponsel sudah menunjukan angka 17.45, dan akhirnya kami masuk ke mall dan
langsung jalan ke bioskop. Film berlangsung hampir 2 jam, dan didalam tidak
banyak yang kami bahas, karena kami fokus pada jalan cerita di film.
Hari
ini adalah hari perdana kami untuk nonton berdua, dan berbeda dengan hari hari
biasanya, hari ini kami mengalami moment dimana kami berada pada tempat yang
sama, tapi pikiran kami tidak bersama dan kembali bersama saat kami nonton.
Meskipun bersama dan terasa bahagia, tapi pikiranku masih sedikit terganggu
dengan perkataannya saat di coffe shop, yang seolah olah dia akan meninggalkan
ku.
Janji
di Hari Minggu
Pagi
ini, hari ini, berbeda dengan hari minggu biasanya, karena minggu ini aku pergi
ke gereja tidak seperti biasanya. Aku berangkat pagi dari rumah dan langsung
menjemputnya ke kosannya. Dan berangkat ke gereja.
“
Selamat pagi, selamat hari minggu “ ucapku saat dia masuk ke mobil
“
Selamat hari minggu juga “ Jawabnya
“
Selamat paginya mana ? “ tanyaku sambil tersenyum
“
Selamat paginya ? kan udah, kamu ga baca wasap aku ya ? “ tanya dia
Aku
mulai tersenyum dan mulai menyalakan mobilku untuk berangkat ke gereja.
“ Jo..
Liat deh… Bagus ya ? “ ucap dia sambil menunjukan beberapa foto di media sosial
“
Bentar... Mana ? “ tanyaku
“ Ini,
liat deh, sebentar aja, bagus ya ? “ jawab dia
“ Iya,
dimana tuh ? bagus banget pemandangannya, berangkatin apa minggu depan ? “
jawabku
“
Yakin ? minggu depan mau kesini ? “ tanya dia
“ Iya,
itu masih di Indo kan ? “ tanyaku
Dia
diam dan tidak menjawab pertanyaanku, bahkan sampai kami tiba di gereja.
Sesudah
selesai gereja, aku menanyakan lagi mengenai foto yang dia tunjukan tadi pagi
saat di mobil. Dia akhirnya menjawab dan meminta aku untuk berjanji akan pergi
ke sana sama dia.
“ Iya,
Aku janji.. Nanti kita pergi ke sana “ ucapku
“
Yakin ? kamu mau ke sana sama aku ? “ tanya dia
“ Iya,
yakin, emang itu dimana sih ? “ tanyaku
“
Yauda kalo gitu, minggu depan ya “ jawab dia
“
Sabtu maksud kamu ? “ tanyaku
“ Iya,
sabtu kita berangkat pagi, jam 8 kamu harus udah ada di kosan ya, terus syaratnya,
kamu jangan ganggu aku dulu selama 1 minggu ini “ jawab dia
“
Hmmm… Maksudnya ? “ tanyaku
“ Iya…
aku mau beresin beberapa kerjaan dan hal lain dulu selama 1 minggu ini, terus kamu
baru boleh nyari aku hari jumat malem “ jawabnya
“ Wah.
Syaratnya susah banget kayanya “ jawabku
“ Jadi
mau apa engga nih ? tadi katanya Janji ? “ jawab dia
“ Iya,
aku janji… “ Jawabku
“
Janji apa ? “ tanya dia
“ Iya,
aku janji mau nemenin kamu, terus selama seminggu ini aku ga akan nyari kamu, kecuali
hari jumat, terus sabtu sebelum jam 8 sudah di kosan kamu “ jawabku
Dia
tersenyum lalu tiba tiba mencium pipi sebelah kiriku, dan aku hanya terdiam
karena terkejut
Sabtu
Yang Mengejutkan
Sesudah
hampir 1 minggu aku tidak mencarinya. Akhirnya tadi malam dia mengirimkan pesan
padaku mengenai perjalan kami hari ini.
Aku
berangkat dari rumah tanpa ada perasaan apapun. Dan saat sampai di kosannya,
kulihat ada beberapa koper yang ada di depan kamarnya. Aku sedikit terkejut,
karena kupikir kami hanya akan liburan ke pantai dan tidak sampai menginap
sampai berhari hari.
“ Kamu
kenapa bengong ? “ tanya dia saat melihatku berdiri
“ Itu
koper kamu semua ? “ tanyaku
“
Iya.. ayo dong, bantuin masukin ke mobil “ jawabnya
“
Banyak banget, kita kan Cuma pergi sebentar, kenapa udah kaya orang pindahan ? kopernya banyak banget “ jawabku
“ Iya
nih.. mau pindahan “ jawabnya sambil tersenyum
Aku
diam dan ku pikir dia sedang bercanda.
Semua
koper sudah masuk dan kamipun sudah di mobil. Tapi aku belum menyalakan mesin
dan belum ada niat untuk berangkat sampai dia mengatakan tujuan dan ada apa sebenarnya.
“ Jadi
kita mau kemana ? “ tanyaku
“
Bandara “ jawabnya
“ kok
jadi bandara ? “ tanyaku
“ Iya,
soalnya tujuan kita itu tidak di Indonesia, hmmm… Tujuan ku “ jawabnya
“
Maksud kamu ? “ tanyaku
“ Iya,
udah jalan aja dulu ke bandara, nanti di jalan aku jelasin semuanya “ jawabnya
sambil mengambil tas ranselnya yang ada di belakang joknya.
Aku
menyalakan mesin dan kamipun berangkat ke bandara.
Di sepanjang jalan dia menceritakan semuanya, kesibukannya selama ini, alasan kenapa dia tidak mau diganggu selama 1 minggu ini dan alasan dia menunjukan foto di salah satu postingan di media sosial itu padaku.
Di sepanjang jalan dia menceritakan semuanya, kesibukannya selama ini, alasan kenapa dia tidak mau diganggu selama 1 minggu ini dan alasan dia menunjukan foto di salah satu postingan di media sosial itu padaku.
Aku
sangat terkejut mendengar semuanya dan dia juga bilang, jika dia juga sangat
terkejut, karena impiannya benar benar terwujud dan dia juga tidak menyangka, jika dia bisa lolos untuk program beasiswa yang dia ajukan.
Sesaat
sebelum keluar tol untuk menuju bandara, dia membuka tasnya dan memberikan
sepucuk surat dan menaruhnya diatas dashboard mobil.
“
Jangan dibuka sekarang ya “ ucap dia
“ Itu
apaan ? “ tanyaku
“ Ini
surat dari aku, terus nanti kamu bacanya pas pesawat aku terbang ya, biar kaya
di film film “ jawabnya sambil tersenyum
Aku
diam dan hanya melihat ke arah surat yang ada di dashboard, lalu memasukannya
ke laci yang ada di dashboard.
Kami
tiba di bandara, dan dia langsung terlihat sangat sibuk mengurusi barang
barangnya dan bebrapa hal yang tidak begitu ku tahu. Dan aku hanya bisa
menemaninya sampai dia berangkat dan melihat pesawatnya terbang dari jendela
bandara.
“ Maaf
karena belum bisa menepati janjiku untuk pergi ketempat itu bersamamu “ kata
kata yang terucap saat ku melihat pesawatnya terbang dari landasan
Sungguh
hari sabtu yang tidak pernah aku nantikan. Sungguh hari sabtu yang
sangat mengejutkan untuk ku. Hari yang kami rencanakan untuk liburan bersama
dan bahkan sampai aku membuat janji di gereja. Tapi hari ini hanya jadi hari
yang mengantarkanku pada perpisahan dengannya.
** Cerita ini hanya sepenggal dari sebuah kisah yang kemarin. Maaf jika penulisannya membingungkan dan aga sulit dipahami.
** Dan cerita ini hanya fiktif belaka, jika terjadi sesuai kenyataan, pastinya tidak disengaja.
Komentar
Posting Komentar